Suasana supir truk batubara saat melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang masuk PT Caritas

KABAR SAROLANGUN – Puluhan supir truk batubara di Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun melakukan aksi unjuk rasa ke Perusahaan Batubara PT Caritas Energy Indonesia (CEI) Sarolangun, Jumat (06/01/2023) sekitar pukul 10.00 Wib.

Para supir truk batubara tersebut melakukan aksi di depan pintu masuk lokasi stockfile batubara PT CEI di Jalan Lintas Sumatera, Tanjung Rambai, Kelurahan Gunung Kembang.

Dari data yang didapatkan media ini, para supir truk batubara ini menyampaikan aspirasi agar pihak perusahaan PT Caritas untuk menaikkan ongkos batubara dari sebelumnya Rp190.000 perton menjadi Rp 280.000,- per ton untuk rute Sarolangun-Jambi ditambah pihak gas sebesar Rp 1 juta.

Mereka juga meminta menaikkan ongkos Sarolangun-Bengkulu menjadi Rp.380.000/Ton dari sebelumnya hanya Rp. 275.000/ton. Serta mereka meminta agar mekanisme kerja tambang agar dapat lebih efisien, terbuka dan dapat menguntungkan seluruh supir truk Kelurahan Gunung Kembang.

Dalam aksi UNRAS tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan TNI/Polri, yang dipimpin langsung Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, S.Ik, bersama sejumlah Pejabat Utama Polres Sarolangun, serta Kakan Kesbangpol Sarolangun Hudri.

Selain itu, pihak perusahaan PT Caritas juga menyambut baik kedatangan para demonstran dengan melakukan pertemuan di salah satu warung milik warga setempat di dekat pintu gerbang masuk PT Caritas.

Tampak Humas PT Caritas Koko beserta jajaran hadir langsung menemui perwakilan dari para supir truk batubara, untuk menjawab aspirasi yang telah disampaikan.

Dalam pertemuan tersebut, Wawan, meminta agar pihak perusahaan secepatnya dapat mengakomodir tuntutan yang telah disampaikan, karena ini merupakan semata untuk kesejahteraan para supir truk batubara.

” Kami tidak anarkis, kami mohon ditanggapi dengan cepat,” katanya.

Wawan juga menambahkan bahwa pihak perusahaan juga harus lebih peka dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan sekitar, seperti bentuk sosial kepada masyarakat sehingga ada dampak perputaran ekonomi di luar akitivitas perusahaan.

” Hal-hal sosial tentunya harus jadi perhatian oleh perusahaan, karena lingkungan sekitar ini juga tentu merasakan dampak aktivitas perusahaan, seperti suara bising, getaran, debu, dan sebagainya. Maka masyarakat lingkungan sekitar ini mempertanyakan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan Ceritas, agar peduli dengan masyarakat. Karena selama ini, yang berlaku sosial itu adalah para supir angkutan batubara, maka kami cuman mempertanyakan agar perusahaan peduli,” katanya.

Mediasi antara pihak perusahaan PT Caritas dengan perwakilan supir truk batubara yang dihadiri Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono dan Kakan Kesbangpol Sarolangun Hudri

Mendengar keluhan para supir truk batubara tersebut, Humas Pihak perusahaan Ceritas Koko mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi para supir truk batubara ini kepada pimpinan yang ada di Jakarta.

Sebab, pihaknya tentu belum bisa mengambil keputusan terkait permintaan para supir truk tersebut.

” Tetap saya sampaikan kepada pimpinan kita dari jakarta atas tuntutan rekan-rekan semua, karena saat ini tidak bisa memutuskan. Apapun hasilnya nanti akan kami sampaikan. Tuntutan para supir meminta dinaikkan ongkos angkutan dari Rp 195 ribu menjadi Rp 280 ribu,” katanya.

Terkait persoalan kepedulian masyarakat sekitar, kata Koko bahwa pihak perusahaan selalu hadir di tengah masyarakat dalam membantu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR. ” Kalau CSR kita jalan, kebersihan mesjid tiap bulan kita jalan dan upah barkot, dan kepedulian terhadap kebersihan debu kita bersihkan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kakan Kesbangpol Hudri juga menyampaikan bahwa pada prinsipnya, pihak perusahaan tentunya harus dapat menanggapi aspirasi dari masyarakat untuk kebaikan bersama, dimana pada hari ini aspirasi datang dari para supir truk angkutan batubara.

” Hari ini keluar semacam aspirasi dari para supir angkutan batubara, dan tentunya pimpinan perusahaan juga butuh waktu untuk pertimbangan dan segala macam. Saya pikir dari banyak pembahasan, aspirasi dari kawan-kawan supir tentu akan ditanggapi dengan baik, dan tentunya pihak perusahaan apapun hasilnya tentu jangan terlalu lama,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, S.Ik mengatakan bahwa tentunya agar masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tidak melakukan anarkis dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Ia juga memberikan apresiasi terhadap pihak perusahaan yang telah membuka ruang untuk menampung aspirasi yang disampaikan oleh para supir truk batubara tersebut.

” Saya hari ini berterima kasih kepada kawan-kawan supir, pak Wawan atas penyampaian aspirasi ini dan juga pihak perusahaan yang telah membuka ruang. Kawan-kawan ini punya niat baik mau datang kemari, dan juga pihak perusahaan Ceritas. Tolong dijaga bersama agar kondisi tetap aman, nyaman dan kondusif. Ada 219 orang disini yang bekerja, tentu ini jadi perhatian kita bersama agar sama-sama tetap bisa menjalankan aktivitas,” katanya.

Dari pertemuan tersebut, disepakati bersama untuk dilakukan mediasi lanjutan melibatkan tim terpadu Pemerintah Kabupaten Sarolangun, yang jadwalkan pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2023 di Aula Kantor Bupati Sarolangun.

Penulis : A.R Wahid Harahap