Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri dan rombongan saat ziarah ke makam Panglimo jayo sakti

KABAR SAROLANGUN- Dalam rangkaian Sarolangun Festival 2023, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan Suro Melangun selusur sejarah Sarolangun, sebagai bentuk peringatan HUT ke-24 Kabupaten Sarolangun, Rabu (11/10/2023).

Kegiatan suro Melangun inipun diikuti langsung Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc, beserta ibu Ny Indah Dewi Bachril, Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman, S.IK, Kajari Sarolangun Zulfikar Nasution, SH, MH, Ketua PN Sarolangun Deka Diana, SH, MH, Danramil 420-01 Batang Asai Kapten INF M Suhadi, Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi, SH, MH, dan Kadisparpora Sarolangun H Saipullah, S.Sos, MH.

Selain itu, hadir juga sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Sarolangun, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Kapolsek Sarolangun Iptu Dwiyatno, SH, Kades Lidung Zuhrizal, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh agama.

Dari pantauan dilapangan pada pukul 09.00 wib, kegiatan selusur sejarah Sarolangun, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri beserta rombongan kunjungi beberapa tempat bersejarah yang ada di Desa Lidung, Kecamatan Sarolangun diantaranya kegiatan senaning makam Panglimo jayo sakti, Panglimo kumbang di desa lidung.

Kegiatan suro Melangun dengan ziarah ke makam syekh Abdul Gani Tjokro Aminoto

Usai berkunjung ke makam tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Biaro makan syekh Abdul Gani Tjokro Aminoto Rio Depati Rd. Jayaningrat Singodilago, ulu balang rintik hujan panas Panglimo Siamang gagap di Desa Lidung, Tabur benih ikan 2.500 ekor di danau Baru dan Penyerahan bantuan paket sembako kemiskinan ekstrem dan santunan anak yatim di SD 140/VII Lidung.

Tak sampai disitu, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri beserta rombongan juga melakukan penyeberangan sungai Tembesi menggunakan perahu getek  menuju pulau tengah buka baleho lebar, dan  mengikuti proses pembuatan dan makan bubur ayak khas Sarolangun bersama di pulau tengah dibawah Beatrix Sarolangun.

Usai makan bubur ayak, dilanjutkan kembali ke Dusun Ujung Tanjung, Kelurahan Dusun Sarolangun. Disana, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri beserta rombongan disambut dengan tarian, penampilan silat, dan berkeliling kampung.

Menariknya, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri beserta rombongan berkunjung ke sebuah rumah warga, yang didalamnya tersimpan benda bersejarah Sarolangun, yakni bedil pak linggam dam pedang.

Pada kesempatan itupun, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri membuka Pusako bedil pak linggam dari peninggalan H Mahmud tersebut yang konon digunakan untuk berperang melawan penjajahan Belanda.

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri dan rombongan saat melihat bedil Pak Linggam, benda peninggalan bersejarah di Sarolangun

Kegiatan tersebut diakhiri dengan makan siang bersama di dusun ujung tanjung yang berlangsung dengan khidmat dan penyerahan bantuan BAZNAS Sarolangun kepada masyarakat yang berakhir pada pukul 13.45 Wib.

Kepada awak media, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri menyampaikan, dari napak tilas suro melangun ini tujuannya mengetahui sejarah terbentuknya Kabupaten Sarolangun.

” Dari kegiatan ini kita menceritakan bagaimana awalnya terbentuk kata Sarolangun. Dimana setiap orang ingin masuk ke sini ada persetujuan dari tokoh Tjokro Aminoto. Setelah ada persetujuan sehingga keluar kata Suro Melangun, karena perubahan waktu penyebutan Suro Melangun menjadi Sarolangun. Asal nama Sarolangun ini sudah ada pada tahun 1527 Masehi dan baru ditetapkan menjadi daerah otonomi pada tahun 1999 Masehi,”katanya.

Kegiatan Napak tilas sejarah Sarolangun ini adalah dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Sarolangun. Tidak hanya menyusuri sejarah, rangkaian acara ini  juga memberikan bantuan kepada anak yatim-piatu, melepas benih ikan di danau Baru Desa Lidung dan terakhir melihat proses pembuatan dan mencicipi bubur ayak kuliner khas Sarolangun.

” Saya berharap ini bisa dibuatkan satu cerita nantinya berupa buku dan medianya untuk videonya dan ada yang bisa bercerita menjelaskan kepada kita semua. Untuk pengembangan pembangunan yang lebih lanjut,” katanya.

Proses pembuatan bubur ayak khas Sarolangun yang dilakukan PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri di pulau tengah bawah jembatan beatrix

” Sejarah Sarolangun ini tentu harus kita pelajari dan jangan kita tinggalkan, dan kebanggaan bagi saya sebagai PJ Bupati Sarolangun bisa mengikuti kegiatan seperti ini, dan upaya kita bersama dalam mengembangkan wisata,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap