spot_img

Tinjau Jembatan Gantung Putus Akibat Banjir, Bupati Sarolangun Hurmin : Untuk Sementara Disepakati Pakai Perahu Ketek Desa

Bupati Sarolangun Hurmin bersama forkopimda dan warga setempat saat meninjau jembatan gantung yang putus akibat banjir

KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin turun langsung meninjau kondisi jembatan gantung yang mengalami kerusakan berat dan putus akibat musibah banjir yang melanda di Kecamatan Bathin VIII beberapa waktu lalu.

Dimana di wilayah Kecamatan Bathin VIII, ada beberapa jembatan gantung yang putus diantaranya Jembatan Gantung Tanjung Gagak, Jembatan Gantung Muaro Lati, dan Jembatan Pulau Melako. Sementara di desa lainnya juga mengalami jembatan gantung yang putus seperti Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai dan Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan.

Peninjauan ke lokasi oleh Bupati Sarolangun H Hurmin bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun beserta para kepala OPD terkait berlangsung pada Rabu (29/04/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd, Anggota BAZNAS Sarolangun Drs H Elmi, SH, M.Pd.I, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, Kadis Sosial Sarolangun Helmi, SH, MH, Kasat Pol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus.

Selain itu hadir juga Kadis Perhubungan Sarolangun Supriyanto, S.IP, Kadis PMD Sarolangun Muliyadi, S.Sos, Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST, Kabid BM Fatra Hastian, Camat Bathin VIII Azra’i Abbas, M.Pd.I, Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz, Kapolsek Bathin VIII Iptu Eri Kurniawan, Tim tagana, BPBD, Para kepala desa dam tokoh masyarakat setempat.

Bupati Sarolangun Hurmin meninjau kondisi jembatan gantung yang putus di Desa Muaro Lati
Bupati Sarolangun Hurmin meninjau jembatan gantung yang putus di Desa Pulau Melako

Usia peninjauan jembatan gantung yang putus tersebut, Bupati Sarolangun Hurmin saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan mencari solusi untuk pembangunan jembatan gantung ini kedepannya.

Namun dalam jangka pendek ini, solusi terbaiknya sesuai dengan hasil kesepakatan bersama para Kepala Desa, untuk dibuat perahu ketek desa, yang akan menjadi transportasi bagi masyarakat untuk sementara waktu.

” Alhamdulillah, tadi kita sudah duduk bersama dengan para kepala desa, bahwa ada solusi yang diusulkan masyarakat untuk membuat perahu ketek desa,” katanya.

Perahu ketek desa ini akan dibuat melalui swadaya masyarakat secara gotong royong dari bahan kayu, yang proses pembuatannya tentu bisa dilakukan secepat mungkin sehingga bisa digunakan untuk membantu masyarakat dalam menyeberangi sungai.

” Kita tahu ada 4 jembatan yang putus, termasuk di beberapa desa di Kecamatan Bathin VIII ini, dan Kecamatan Batang Asai juga ada,” katanya.

Bupati Sarolangun Hurmin saat meninjau rumah warga yang hancur akibat banjir

Selain jembatan gantung, dampak banjir ini lanjut Bupati Sarolangun Hurmin juga membuat rumah-rumah warga terendam air sehingga ada juga yang mengalami kerusakan. Salah satunya ada satu rumah di Desa Tanjung Gagak yang hancur, kemudian beberapa dapur rumah warga di Desa Pulau Buayo juga mengalami kerusakan.

” Di sekolah SD tadi juga kita lihat ada kerusakan berupa buku dan juga mobilier buku dan kita akan upayakan ada solusinya tahun ini. Apalagi kemarin kita sudah ketemu dengan Kementrian pendidikan, dan untuk rumah warga yang hancur kita upayakan nanti dari program bedah rumah atau BTT,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU