Kepala BKPSDM Sarolangun H A Waldi Bakri, S.Ip, S.Sos, MM saat diwawancarai

KABAR SAROLANGUN -Uji Kompetensi (Ukom) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) bagi pejabat eselon IIb dan Pejabat Administrator bagi eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun masih terus berlangsung.

Kegiatan tersebut diselenggarkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarolangun yang bekerja sama dengan tim psikologi dari Dinas Psikologi Angkatan Darat Mabes TNI, Jakarta.

Kepala BKPSDM Sarolangun H A Waldi Bakri, S.Ip, S.Sos, MM di sela kesibukannya, mengatakan bahwa dalam uji kompetensi ini semua peserta dilakukan asessment oleh tim psikologi tersebut dengan menerapkan semua metode, mulai dari wawancara, rekam jejak, simulasi, diskusi, presentasi dan lain sebagainya.

” Kemarin hari keempat, tahapan ini kita masih wawancara untuk kelompok berikutnya. Ada kelompok c dan d, sedangkan a dan b sudah pada hari Senin hingga Rabu kemarin. Hasilnya kita menunggu juga karena mereka mau evaluasi. Asessment kita ambil secara full metode, baik itu kemampuan individu ataupun minat bakat potensi mereka ada teori psikologi tersendiri,” katanya, Jumat (16/12/2022) kepada media ini.

Metode assesment inipun, menurutnya selaku panitia pelaksana kegiatan tersebut dijamin kerahasiaannya. Baik itu, soal-soal yang mau dilakukan oleh tim asesor ataupun tim psikologi. Panitia pelaksana hanya memberikan persiapan ruangan dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh tim asessor selama kegiatan, bahkan di dalam ruangan pun pihaknya hanya bisa masuk itu bersifat persiapan yang di luar yang dibutuhkan.

” Saya sendiri kepala BKD selalu peserta tidak tahu apa yang di tes, saat itu baru tahu karenakan memang harus seperti itu. Mereka dari TNI AD Yang disiplin kita ketahui, maka Kami yakin lah kerahasiaan terjaga dengan baik. Kalau berkaitan materi asessment tes mereka profesional,” katanya.

Setelah dilakukan seluruh rangkaian tahapan asessment ini, lanjut Waldi Bakri, nanti tim asessor akan melakukan rakpitulasi dan evaluasi terhadap hasil asessment yang dilakukan kepada seluruh peserta.

Hasilnya kemudian akan dilaporkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kabupaten Sarolangun dalam hal ini Penjabat Bupati Sarolangun.

” Hasilnya berupa si a dengan hasil ini dan karakter seperti ini dan si A layak untuk ditekhnis apa atau pelayanan apa. Kemarin kita pernah di pekan baru keluarnya memang seperti itu, mereka melihat karakter dan kemampuan individu kita,” katanya.

Untuk pejabat eselon III, dalam asessment juga diikutkan dikarenakan untuk melengkapi dari pada inovasi manajemen talenta pejabat eselon II. Selain itu juga karena ada pejabat eselon III yang sudah habis masa karena sudah menjabat dua tahun lebih, dan ada juga karena yang bersangkutan tahun kemarin tidak ikut karena halangan tertentu.

” Manajemen talenta sampai Nine book atau 9 kotak, perlu pengembangan segala macam. Dalam proses ini presentasi, diskusi, wawancara, simulasi, segala metode untuk menggali potensi diri,” katanya.

Penulis : A. R Wahid Harahap