
KABAR SAROLANGUN – Pasca libur sekolah dalam perayaan lebaran hari raya idul Fitri 1447 Hijiriyah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun melakukan monitoring pelaksanaan Razia Senjata Tajam (Sajam) dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) bagi siswa dan siswi SMP pada hari pertama masuk sekolah, Senin (30/03/2026).
Kegiatan monitoring tersebut dihadiri langsung Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, melalui Sekretaris Disdikbud H Winarno, M.Kes, didampingi Kabid Dikdas Muallimin, M.Pd.I, yang disambut oleh para kepala sekolah SMP serta jajaran majelis guru.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sekolah SMP Negeri di wilayah Kabupaten Sarolangun didatangi oleh jajaran Disdikbud Sarolangun, diantaranya SMP N 08 Sarolangun, SMP N 02 Sarolangun dan SMP N 17 Sarolangun.
Para siswa dan siswi tak luput dari pemeriksaan oleh jajaran pihak sekolah yang dipantau langsung oleh Disdikbud Sarolangun, sejumlah barang bawaan siswa dan siswi di dalam tas maupun dalam kendaraan dipekriksa.


Kepada media ini, Kabid Dikdas Muallimin mengatakan bahwa dalam kegiatan monitoring ini selain razia Sajam dan NAPZA juga dilakukan pengecekan kehadiran guru dan tenaga pendidikan selaku ASN di hari pertama sekolah.
” Hari ini kita melakukan monitoring ke sekolah SMP di hari pertama masuk sekolah, kita melakukan peninjauan kegiatan razia terhadap siswa dan pengecekan kehadiran guru ASN. Kita melihat kehadiran guru sangat baik dan razia terhadap siswa tidak ada kita temukan yang membawa Sajam ataupun Napza,” katanya.
Muallimin juga menambahkan bahwa kegiatan razia ini juga sebagai bentuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Sarolangun yang telah dilayangkan surat edaran ke seluruh sekolah SMP untuk ditindaklanjuti.
” Razia ini dalam rangka memastikan upaya preventif, pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap






