spot_img

Sapi Presiden RI Dengan Bobot 976 Kg Didatangkan Dari Kerinci, Kadisnakan Sarolangun Setiadi : Kita Standby Hingga Pemotongan Qurban

Kadisnakan Sarolangun Setiadi, S.Pt

KABAR SAROLANGUN – Bantuan masyarakat berupa hewan qurban dari bapak Presiden RI Prabowo Subianto dalam momentum hari raya idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi juga sampai ke Kabupaten Sarolangun.

Satu ekor sapi Presiden RI ini di Kabupaten Sarolangun ini secara resmi diserahkan langsung Bupati Sarolangun H Hurmin, kepada panitia qurban di Mesjid Al-Falah Sarolangun, Rabu (27/05/2026).

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) standby dalam proses penyembelihan hewan qurban berupa sapi FH (Friesien Holstein) dengan berat 976 atau hampir 1 ton dan berusia lebih kurang 4 tahun yang didatangkan dari Kabupaten Kerinci.

Kadisnakan Sarolangun Setiadi, S.Pt, mengatakan bahwa bantuan hewan qurban di Presiden ini, pihaknya selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun hanya memfasilitasi antara pedagang dengan Kementerian Sekretariat Negara.

” Jadi ada surat dulu nih, surat dari Kementerian Sekretariat Negara menyampaikan ke Kabupaten Kota kan bahwa akan ada bantuan dari Presiden. Nah bersyarat tuh sapinya beratnya minimal 800 kg, Itu berasal dari daerah provinsi itu. Tidak boleh dari luar. Nah kalau di daerah itu tidak ada yang 800 kilo Berarti 400-400 boleh dua,” katanya.

Sapi Bantuan Presiden RI untuk hewan qurban di Mesjid Al-Falah saat proses pemotongan

Setelah memenuhi persyaratan itu, barulah pihaknya memfasilitasi pedagang untuk berkomunikasi langsung dengan Kementrian Sekretariat Negara, seperti terkait harga sapi yang tersedia tersebut.

” Pemda itu fasilitasi sama Menyiapkan masjidnya mana. Sudah tuh, ya syarat-syarat lain lah administrasinya. Kita belinya dikeringci karena dia tersedia yang berat segitu. Kalau sarolangun nggak ada, paling 600 kg kalau Sarolangun,” katanya.

Dalam pemotongan hewan qurban inipun, lanjut Setiadi bahwa dengan bobot 976 kg ini tentu harus ada penanganannya ekstra, sehingga pihaknya pun membantu untuk proses penyembelihan hewan qurban sapi dari bapak presiden ini.

” Kita jangan asal ketika ngerobohkan, jangan asal banting. Kalau di peternakan itu ada istilah namanya kesejahteraan hewan. Nah itu harus diperhatikan. Makanya ini akan kami kawal sampai nanti dia dipotong. Iya, di standby. Kita bantu ngerobohkannya. Ngerobohkan itu ada tekniknya. Bukan ikat kaki terus tarik, dia jatuh,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU