Camat Batang Asai Asmiati Minta PLN Lakukan Ini

KABAR SAROLANGUN – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Kecamatan Batang Asai harus tertunda, pasalnya kondisi listrik di wilayah tersebut tiga hari belakangan padam.
Hal itu membuat pihak sekolah SMPN 13 Sarolangun yang ada di Desa Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai terpaksa menunda dan mengusulkan untuk pelaksanaan TKA bagi siswanya pada jadwal susulan dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Camat Batang Asai Asmiati, S.Pd.I, saat dikonfirmasi media online kabar Sarolangun.com, Senin (13/04/2026) mengatakan bahwa penundaan pelaksanaan TKA bagi siswa SMP ini diketahui saat dirinya melakukan monitoring pelaksanaan TKA SMP yang dijadwalkan pada 13 s.d 15 April 2026 yang bertempat di SMPN 13 Sarolangun dengan diikuti tiga sekolah SMP yang ada di Kecamatan Batang Asai.
” Kita melakukan monitoring pelaksanaan TKA bersama korwil pendidikan kecamatan batang asai dan kepsek SMPN 13 Sarolangun, karena kondisi listrik mati sudah tiga hari ini ditambah gangguan sinyal akhirnya pelaksanaan TKA ditunda,” katanya, didampingi Korwil Pendidikan Batang Asai Sahroni, S.Pd, dan Kepsek SMP N 13 Sarolangun Linda Khoina, S.Pd.I.
Asmiati mengharapkan kedepan di wilayah kecamatan Batang Asai agar tidak sering mati lampu apalagi sampai berhari-hari, tentunya hal ini agar pihak PLN bisa mengatasi persoalan ini karena selain untuk kebutuhan masyarakat tentu juga dalam memenuhi kebutuhan fasilitas umum dan pelayanan publik, salah satunya dalam pelaksanaan TKA bagi siswa sekolah baik SD, SMP maupun SMA.
” Kami minta pihak PLN agar listrik di wilayah Kecamatan Batang Asai ini normal dan mati lampu jangan lama-lama,” katanya.

Diketahui, Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen standar nasional di Indonesia yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan
TKA hadir sebagai salah satu instrumen untuk memetakan kualitas pendidikan dan melengkapi sistem penilaian yang sudah ada.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud Sarolangun Muallimin, M.Pd mengatakan bahwa memang saat ini pihaknya terus memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik bagi siswa sekolah baik di tingkat SMP maupun SD.
Jika memang ada kendala tekhnis di sekolah, seperti listrik mati dan gangguan sinyal. Menurutnya, bisa diusulkan untuk mengikuti jadwal susulan dari Kemendikdas RI.
” Kalau mati lampu atau gangguan sinyal bisa ditunda dan mengikuti jadwal susulan atau jadwal ulang. Itu tetap menunggu jadwal dari kementrian, sekolah harus membuat berita acara,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap






