
KABAR SAROLANGUN – Ratusan warga dari empat desa dari Desa Pelawan Jaya, Desa Bukit Tigo, Desa Sungai Merah, dan Desa Payo Lebar yang mengatasnamakan namakan Serikat Pekerja Mandiri Pelawan Jaya Sejahtera (SPM-PJS) melakukan aksi damai ke Kantor Bupati Sarolangun, Selasa (26/05/2026).
Kedatangan massa tersebut guna menyampaikan aspirasi masyarakat atas penutupan sementara operasional pabrik sawit mini berondol PT Samudera Mahkota Mas (SMM) Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan.
Massa menuntut agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali membuka pabrik sawit tersebut, karena pasca ditutupnya pabrik tersebut memberikan dampak negatif bagi masyarakat, salah satunya hilangnya pekerjaan warga yang selama ini bekerja mengandalkan ekonomi keluarganya dari pabrik sawit tersebut.
Aksi damai ini juga sebagai bentuk dukungan moril terhadap para buruh, karyawan dan warga masyarakat Pelawan Jaya yang bekerja sehari-hari di PT. SMM untuk mendapatkan keadilan dari dampak adanya penutupan sementara tersebut.
” Serikat Pekerja Mandiri Pelawan Jaya Sejahtera (SPM-PJS) Menolak penutupan sementara operasional pabrik sawit mini berondol PT Samudera Mahkota Mas (SMM) Desa Pelawan Jaya,” kata M. Arip, Koordinator Aksi tersebut.
M. Arip menambahkan bahwa aksi damai yang dilakukan ini tidak ada paksaan dari pihak manampuan dan aksi ini murni dari masyarakat yang tergabung dari serikat pekerja mandiri.
” Kami ingin hidup tenang dan tentram, kami masyarakat pelawan jaya mendukung program bapak Bupati Sarolangun dan tidak anti dengan investasi di Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Iapun meminta Bupati Sarolangun H Hurmin untuk mempertimbangkan keberadaan investor atau pabrik sawit yang ada di Desa Pelawan Jaya, yang saat ini telah dilakukan penutupan operasional sementara, apalagi nantinya ditutup secara permanen.
” Beberapa hari yang lalu, adanya informasi kemalingan setelah adanya penutupan sementara operasional pabrik sawit ini, karena sebelum ini ada pekerjaan tetapi dengan tutupnya pabrik ini mereka kehilangan pekerjaan,” katanya.

Senada dengan itu, koordinator lapangan Hadril Walid bahwa dengan diberhentikan sementara operasional PT SMM ini, dampaknya para karyawan dan buruh mengalami dampak negatif. Sehingga masyarakat desa pelawan jaya yang tergabung di situ tidak dapat pekerjaan.
” Dan saya dapat informasi beberapa hari ini ada yang hilang getah. Dengan adanya PT SMM, masyarakat yang sebelumnya tidak ada pekerjaan, akhirnya dapat pekerjaan. Kehadiran kami disini, bahwa kami mendukung program bapak bupati menjadikan Sarolangun maju dan tidak anti investor,” katanya.
” Kami memahami bahwa sesuai dengan regulasi dan aturan, mau apapun pabriknya kami akan terima. Dari tutupnya pabrik PT SMM ini kami sangat merasakan dampaknya,” kata dia menambahkan.
M Arip juga neminta kedepan apabila pabrik sawit PT SMM ini dibuka agar perusahaan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak, kemudian dampak pabrik sawit ini beroperasi seperti pencemaran lingkungan agar dapat dituntaskan dan tentunya CSR perusahaan untuk direalisasikan dan keempat agar pihak perusahaan untuk sigap menanggapi keluhan masyarakat.
” Ada 107 orang totalnya yang tergabung dalam SPM dari buruh pabrik sawit PT SMM ini yang sebagiannya berdomisili di Desa Pelawan Jaya, dengan tutupnya pabrik ini kemana kami mencari pekerjaan pak,” katanya.
Dalam kegiatan aksi damai yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat gabungan, terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Bakesbangpol, Posbinda, mendapatkan sambutan dari Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM mewakili Bupati Sarolangun H Hurmin.
Hal itu ditandai dengan mediasi bersama beberapa perwakilan dari Serikat Pekerja Mandiri Pelawan Jaya Sejahtera, yang turut dihadiri Kabag OPS Polres Kompol Angga Luvyanto, Asisten I Sarolangun Muliyadi, S.Sos, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kasat Intelkam Polres Sarolangun AKP Wiji Nur Eko Wahyu, SH, MH, Kasat Samapta polres Sarolangun.
Hadir juga Kabid Linmas Satpol PP Sarolangun Amin, Kabid KNPK Bakesbangpol Sarolangun Khairul Amin, SE, Posbinda Provinsi Jambi, Mewakili Dinas LHD Sarolangun, Mewakili Dinas DPMPTSP Sarolangun, Kapolsek Sarolangun Iptu Rozalia Saputra dan aparat gabungan.

Pada mediasi tersebut, Sekda Sarolangun Muhammad Arief mengapresiasi atas penyampaian aspirasi dari masyarakat serikat pekerja mandiri ini, yang memang spontan murni dari serikat pekerja mandiri, dan masyarakat dari empat desa di Kecamatan Pelawan.
” Kehadiran Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk mengayomi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan tentunya Pemkab Sarolangun sangat butuh sekali akan kehadiran investor seperti pabrik sawit ini,” katanya.
Selaku Pemerintah Kabupaten Sarolangun, tentunya dengan adanya investor yang masuk ke wilayah Kabupaten Sarolangun tentu akan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat, apalagi ditengah efisiensi anggaran saat ini.
” Jadi bapak ragu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan mengambil langkah yang terbaik. Memang kalau pabrik itu Beroperasi akan ada multiplier effect, ekonomi akan berputar. Pemerintah Kabupaten Sarolangun selalu hadir untuk warganya, dan mudah-mudahan bisa secepatnya proses administrasi yang dilakukan pihak perusahaan bisa cepat selesai,” katanya.
” Intinya dari awal bahwa Pemerintah Kabupaten Sarolangun sangat mendukung atas berdirinya pabrik ini. Bagi masyarakat serikat pekerja mandiri ini, agar bisa membantu mengingatkan dan berkomunikasi dengan warga dari hati ke hati, karena warga yang bekerja ini sebagian keluarganya,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap






