spot_img

Pemkab Sarolangun Gelar Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Dinkes Bersama Tim Pendamping Universitas Diponegoro 

Sekda Sarolangun Muhammad Arief, Kadinkes Sarolangun Bambang Hermanto dan Ketua Tim Pendamping FKM UNDIP Ayun Sriatmi

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun bersama tim pendamping Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (UNDIP), Rabu (16/09/2026) di ruang Aula Nafiti Hotel Sarolangun.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sarolangun H Hurmin diwakili Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM yang berjalan dengan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, S.KM, MM, Kepala Bappeda Sarolangun Ali Umar, S.Pd, M.Si, Ketua Tim Pendamping Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Dr. Dra. Ayun Sriatmi. M.Kes, Fasilitasi lintas sektor oleh Tim Pendamping Eka Yunila Fatmasari, SKM, M.Kes, Tim Pendamping Novia Handayani, SKM, M.A, M.Kes, Plt Kepala Inspektur Jannatul Firdaus, Sekretaris Dinkes Sarolangun Almuhsinin, Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A Sarolangun Rahmi Aini, M.Ps.I, Jajaran OPD terkait serta Jajaran tim perencanaan Dinkes Sarolangun.

Dalam laporannya, Ketua Tim Pendamping FKM UNDIP Ayun Sriatmi mengatakan bahwa pihaknya dari Universitas Diponegoro bersama 11 Perguruan tinggi Negeri se-Indonesia lainnya sudah kurang lebih 6 tahun terakhir telah bekerjasama Kementrian Kesehatan, Bappenas dan Kemendagri untuk membantu Kabupaten/Kota plus Provinsi di dalam menyusun perencanaan baik itu perencanaan strategis daerah atau renstra maupun rencana kerja (renja) Pemerintah Daerah.

” Khusus untuk Renstra itu memang pendampingannya dilakukan kemarin di tahun 2025 dan kebetulan sekali ini faktor kebetulan Kabupaten Sarolangun itu enggak dapat tahun 2025 dan dapatnya baru tahun 2026 ini,” katanya.

” Sehingga memang harus kita akui masih ada beberapa hal yang ternyata Renstra yang sudah disusun oleh dinas kesehatan tidak sesuai dengan harapan atau keinginan dari Kementerian Kesehatan yang berharap ada indikator-indikator seperti misalnya RIBK atau rencana Induk bidang kesehatan yang harus diadopsi sebagai mendastoring program dari Kementerian Kesehatan,” kata dia menambahkan.

Ia berharap melalui kegiatan ini akan terjadi keselarasan antara lain Renstra yang disusun oleh daerah sesuai dengan renstra, renja dan RPJMD Kabupaten, Provinsi maupun nasional. Ia juga enekankan betapa pentingnya seluruh stakeholder untuk mendukung sepenuhnya, pertama visi dan misi Bupati Sarolangun dan Wakil Bupati Sarolangun, salah satunya layanan kesehatan.

” Bapak Bupati Sarolangun memprioritaskan untuk layanan kesehatan atau peningkatan status derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sarolangun itu yang utama. Kami harapkan nanti partisipasi dan masukan dalam diskusi yang akan kita selenggarakan. Kami akan catat dan laporkan ke kementerian kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto mengatakan bahwa kegiatan Pendampingan ini sudah berjalan beberapa bulan, mulai dari bulan April yang lalu. Pada saat itu awal dari proses pelaksanaan pendampingan tata kelola program kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun.

” Pada bulan Juni kemarin kita diundang oleh tim pendamping universitas Diponegoro ke Undip, Di sana kita melakukan paparan renja dan renstra kita pada tahun yang lalu,” katanya.

” Selanjutnya kita di sana dilakukan koreksi juga Pak, pada saat itu masih banyak kekurangan-kekurangan dalam Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun,” kata dia menambahkan.

Bambang Hermanto juga menjelaskan bahwa jajaran tim perencanaan dari Dinas kesehatan sudah mengikuti pelatihan untuk perbaikan renja dinas kesehatan pada tahun lalu dan mudah-mudahan tahun ini paling tidak lebih sempurna dari tahun kemarin.

” Dan juga telah melakukan pelatihan baik itu secara langsung maupun secara online kemarin terakhir kami melakukan koordinasi pertemuan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun dengan kesehatan provinsi untuk sinkronisasi renja yang dihadiri oleh tim Undip,” katanya.

” Kita sudah melaksanakan pertemuan dengan seluruh Puskesmas beberapa waktu lalu dan hari kita melakukan pertemuan dengan jajaran OPD terkait. Mudah-mudahan kedepannya renja maupun Renstra dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata dia menambahkan.

Sekda Sarolangun Muhammad Arief saat membuka kegiatan pendampingan tata kelola program kesehatan di Dinas Kesehatan

Disamping itu, Sekda Sarolangun Muhammad Arief dalam arahannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim Pendamping Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro Dr. Dra. Ayun Sriatmi. M.Kes beserta rombongan ke Kabupaten Sarolangun, tentu kedatangan ibu akan membawa dampak yang besar bagi kemajuan daerah.

” Kegiatan ini tentunya kami berikan apresiasi yang merupakan kegiatan dukungan dana hibah, mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan dukungan kepada kita semua khususnya di lingkup Pemkab Sarolangun dalam kita melakukan tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, kontrol dan evaluasi,” katanya.

Kata Sekda, bidang kesehatan ini adalah salah satu urusan wajib pelayanan dasar, artinya setiap daerah harus mendudukkan kesehatan ini sebagai salah satu program utama. Kabupaten Sarolangun menempatkan visi dan misi daerah dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

” Di dalam UU Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, jadi memang urusan dasar merupakan perhatian khusus dari seluruh daerah baik Kabupaten/Kota, Provinsi maupun Nasional. Pembangunan di bidang kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan itu jangan berjalan sendiri, tetapi harus bersinergi dengan seluruh jajaran OPD terkait,” katanya.

Dibawah kepemimpinan Bupati Sarolangun Hurmin, Pemerintah Kabupaten Sarolangun memiliki program Dokter maju yang tentunya harus disusun dengan baik rencana program tersebut baik dari segi anggaran, kendaraan, operasional dan sarana prasarana.

” Dalam menyusun suatu kebijakan itu tidak lari dari yang namanya data, kita harus tahu data dan fakta. Baik itu angka ibu hamil dan menyusui, angka Kematian ibu dan bayi, gizi buruh, angka harapan hidup, dan sebagainya. Setiap tahun Kemendagri memberikan reward bagi daerah yang bisa memberikan hasil dari berbagai program nasional, seperti stunting. Reward itu urutan 3 dapat Rp 1 miliar, urutan 2 Rp 1,5 Miliar dan urutan 1 dapat Rp 2 Miliar,” katanya.

” Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun saya nyatakan dibuka,” kata dia menambahkan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan berbagai pemaparan materi, diantaranya Pemaparan Progam Prioritas Dinas Kesehatan dalam mewujudkan Pembangunan kesehatan yg berkualitas dan ber kelanjutan di Kab. Sarolangun oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sarolangun Bambang Hermanto, SKM. M.M.

Pemaparan materi oleh Ketua Tim Pendamping Tata Kelda Program Kesehatan Dr. Dra. Ayun Sriatmi, M. Kes, Fasilitasi lintas sektor oleh Tim Pendamping oleh Eka Yunila Fatmasari, SKM. M.Kes dan Pemaparan Optimalisasi Program Kesehatan Melalui Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Oleh Tim Pendamping oleh Novia Handayani, SKM, M.A, M.Kes.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU