Untuk Sementara Pabrik Ditutup

KABAR SAROLANGUN -Dalam rangka menampung aspirasi masyarakat bersatu dari Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, Bupati Sarolangun H Hurmin menyambut kegiatan audiensi yang digelar, Selasa (19/05/2026) di ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun.
Audiensi tersebut terkait persoalan keberadaan pabrik sawit PT Samudera Mahkota Mas (SMM) yang mendapatkan penolakan dari sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi pabrik.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, Pabung Kodim 0420/SarkobMayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Kasubsi II Intelijen Kejari Sarolangun Meiza, SH, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Asisten II Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sarolangun Sahrudin, SE, MM
Selain itu hadir juga Kadis LHD Sarolangun Kurniawan, ST, ME, Kadis TPHP Sarolangun Dulmuin, SP, Kasatpol PP Sarolangun Helmi, SH, MH, Kasat Reskrim Polres Sarolangun AKP Joshua, Kasat Intel Polres Sarolangun AKP Wiji Nur Eko Wahyu, SH, MH, Kabid CK Dinas PUPR Nur Rohmat, Pos Binda Kabupaten Sarolangun, unsur Tripika Kecamatan Pelawan, dan 20 orang perwakilan aliansi masyarakat Sarolangun dan mahasiswa.
Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri sebagai moderator dalam audiensi ini meminta kepada aliansi masyarakat Kabupaten Sarolangun yang menyampaikan aspirasi terkait keberadaan PT Samudera Mahkota Mas (SMM) yang ada di Desa Pelawan Jaya.
” Sampaikan keluhan itu, tapi dengan catatan kami harapkan untuk menyampaikan dengan cara yang baik dan terhormat serta tertib,” katanya.


Pada kesempatan itu, Zuber Perwakilan Warga mengatakan bahwa keberadaan pabrik sawit PT SMM ini telah meresahkan masyarakat di sekitar pabrik karena setiap hari harus mencium bau busuk, suara bising dari mesin pabrik, serta adanya dugaan air sungai tercemar limbah pabrik.
” Kami yang setiap hari merasakan ketakutan terhadap kesehatan anak-anak kami, kami datang hari ini untuk meminta bantuan bapak bupati, agar keputusan pabrik sawit PT SMM ini berhenti operasinya,” katanya.
” Jarak pabrik sawit dari rumah saya 250 meter, siang malam kami mencium bau pak. Suami saya sakit setelah lebaran pak. Kami ngadu pak,” kata Ibu Sunarti, warga lainnya.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terkait keberadaan pabrik sawit PT Samudera Mahkota Mas ini.
Selaku Bupati Sarolangun, tentunya Hurmin berdiri dengan masyarakat, hanya saja dalam menyikapi persoalan ini ada proses yang harus dilalui.
” Berikan ruang bagi kami menerima, insa Allah mudah-mudahan kami besok akan melakukan rapat Forkopimda menyikapi masalah ini, nantinya hasilnya seperti apa, akan kami sampaikan ke masyarakat,” katanya.

” Tolong sabar dulu, seperti apa kajiannya. Insa Allah nanti ada hasilnya. Setelah tim kerja, seperti apa kajiannya nanti, baru kita kasih tahu masyarakat. Dan kita akan tutup sementara besok,” kata Hurmin menambahkan dengan tegas.
Penulis : A.R Wahid Harahap






