
KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin menghadiri Perayaan Haul ke-28 Buya KH. Muhammad Salek sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Senin (24/08/2026) di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Mubaraq, Desa Penegah, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun.
Acara yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Buya Salek ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah, tokoh agama, serta masyarakat luas, menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap sosok ulama sekaligus pendiri pondok pesantren tersebut, Buya KH. Muhammad Salek.
Turut hadir Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Buya KH. Muhammad Salek Drs. H. Cek Endra, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, S.E, Wakil Bupati Bungo T.H. Wahyu Hidayat, S.Pd.I., serta Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, S.H, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin.
Selain itu hadir juga jajaran forkopimda, Wakil Ketua I DPRD SarolangunbCik Marleni, S.E, Anggota DPRD Sarolangun: H. Akmal, Penceramah/Khatib KH. Abdul Syukur Yusuf, Pimpinan Ponpes Tahfizhul Qur’an Al-Mubaraq KH. Al Mubaraq, Sekda Sarolangun Ir. Muhammad Arief, RH., MUM, Plt. Kakankemenag Sarolangun: H. Mat Ali Martado, S.Ag, Tripika Kecamatan, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia, Ketua MUI Merangin Dr. KH. Jhoni Musa, Lc., M.A., Bupati Sarolangun H. Hurmin, serta Wakil Gubernur Jambi mewakili Gubernur Jambi.
Puncak acara diisi dengan zikir, tausiyah, dan doa yang disampaikan oleh KH. Abdul Syukur Yusuf, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Nabi, ramah tamah, dan ditutup dengan doa bersama.
Haul ke-28 sekaligus peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan bentuk penghormatan sekaligus upaya mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangan Buya KH. Muhammad Salek dalam mendakwah dan mendidik generasi melalui Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an.

Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan bahwa pembangunan daerah harus diiringi pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan agama dan pembinaan akhlak. Menurutnya, semangat dakwah, pendidikan Al-Qur’an dan pengabdian Buya Salek perlu terus dirawat untuk membentuk generasi Sarolangun yang berilmu, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
” Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sarolangun. Semangat kebersamaan dan kerukunan menjadi ciri khas acara ini, yang diharapkan dapat terus terjaga demi kemajuan daerah dan keberkahan bersama,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sarolangun, lanjut Hurmin, haul ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama sekaligus memperkuat sinergi pemerintah, pesantren dan masyarakat dalam meneruskan syiar Islam.
” Haul Buya KH. Muhammad Salek bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum memperkuat hubungan pemerintah, ulama dan masyarakat serta menjaga warisan pendidikan dan dakwah Islam,” katanya.
” Pembangunan daerah harus sejalan dengan pembangunan manusia melalui pendidikan agama, pembinaan akhlak dan peran pondok pesantren. Semangat para ulama harus kita teruskan bersama untuk menyiapkan generasi Sarolangun yang berilmu, berkarakter dan peduli terhadap masyarakat,” kata dia menambahkan.
Sementara itu, Anggota DPR RI Cek Endra mengajak seluruh pihak agar perjuangan Buya Salek tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi dilanjutkan melalui pendidikan, dakwah dan pengembangan pesantren sebagai pusat pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak serta memiliki kepedulian sosial.

Rangkaian kegiatan diisi tausiyah K.H. Muhammad Abdul Syukur Yusuf, Pimpinan Majelis Az-Zikra Sentul, Bogor, dan K.H. Al Mubarak, Pimpinan Pondok Pesantren Hafiz Qur’an Ma’had Al Mubarak, yang mengajak jamaah memperkuat hubungan dengan Allah SWT, mencintai Al-Qur’an serta menghormati para ulama. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa dan dzikir bersama dalam suasana khidmat.
Penulis : A.R Wahid Harahap


