
KABAR SAROLANGUN –Bupati Sarolangun H Hurmin menyambut kunjungan Danrem 042/Gapu Jambi Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M dalam rangka kegiatan Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sarolangun tahun 2026, Jum’at (21/08/2026) di Rumah Dinas Bupati Sarolangun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE, Kepala BPBD Provinsi Jambi H. Bachyuni Deliansyah, S.H., M.H, Kasiops Rem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi, S.I.P., M.I.Pol, Kasiter Rem 042/Gapu Kolonel Kav Endi Siwanto Yusuf, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.SOS., M.Han, Ketua DPRD kab Sarolangun Ahmad Jani, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH diwakili Kabag Ren AKP Jhon R Sinaga.
Hadir juga Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Asisten I Sarolangun Muliyadi, S.Sos, Staf Ahli Bupati Sarolangun Henriman, S.Sos, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz, Dansub Denpom Sarolangun Lettu Cpm Dany Arianto, Kadis TPHP Sarolangun Dulmuin, SP, Kadis Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, ME, Kepala KPHP Limau Hulu Sarolangun Arbain, ST, Kepala KPHP Limau Hilir Sarolangun Budikus, Danramil 420-02 Ma. Limun Kapten Inf Kosni Amer, Kabid Kedaruratan Bencana Yen Iswadi, Jajaran BPBD Sarolangun dan Jajaran Manggala Agni.
Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan seluruh lapisan masyarakat Sarolangun mengucapkan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak Danrem 042/Gapu Jambi beserta rombongan di bumi sepucuk adat Serumpun Pseko.
Kabupaten Sarolangun memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik geografis dan tutupan lahan yang beragam, pada kondisi musim kemarau terutama ketika curah hujan rendah dan kondisi vegetasi maupun lahan menjadi kering, potensi terjadinya kebakaran akan meningkat.
” Mak dari itu kita tidak boleh menunggu sampai api membesar baru kemudian bergerak. Prinsip utama yang harus kita kedepankan adalah mencegah sebelum terjadi, mendeteksi sedini mungkin dan melakukan pemadaman secepat mungkin apabila terjadi kebakaran,” katanya.

Hurmin menambahkan dalam konteks kunjungan kerja Bapak Danrem 042/Gapu Jambi pada hari ini menjadi sangat penting, dalam rangka monitoring serta langsung di lapangan memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder untuk melihat kondisi faktual, mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan, mengidentifikasi berbagai kendala serta merumuskan langkah strategis yang perlu diperkuat ke depan.
” Kami menyadari bahwa tantangan penanganan di lapangan tidaklah ringan, kondisi Medan keterbatasan akses menuju titik api, keterbatasan sumber air, kondisi cuaca, keterbatasan sarana dan prasarana serta luasnya wilayah yang harus dipantau menjadi bagian dari tantangan yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sarolangun, lanjut Hurmin akan terus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terkait, ia percaya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong bersama, tantangan tersebut dapat dihadapi bersama.
Melalui kesempatan ini, Hurmin mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sarolamgun TNI Polri dan seluruh masyarakat yang meningkatkan agar meningkatkan kewaspadaan dan sama-sama membangun budaya peduli lingkungan, tidak membakar hutan dan lahan, cepat lapor apabila menemukan potensi kebakaran dan bersama-sama menjaga Kabupaten Sarolangun dari ancaman karhutla.
” Kami juga berharap sinergi dan koordinasi antara pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan jajaran 0420/Gapu Jambi, Kodim 0420/Sarko, Polres Sarolangun, Manggala agni, Pemerintah Desa, Perusahaan dan seluruh elemen masyarakat dapat terus di tingkatkan,” katanya.
” Mari kita jadikan penanganan karhutla sebagai tanggung jawab bersama, jangan menunggu api muncul yang untuk bergerak tetapi Mari kita bergerak bersama-sama sebelum api terjadi, cegah Karhutla jaga lingkungan lindungi masyarakat dan wujudkan Sarolangun yang aman, sehat dan maju,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Danrem 042/Gapu Jambi Brigjen TNI Nyamin mengatakan bahwa kunjungan ini selain melakukan silaturrahmi, selaku PLH Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi juga ingin tahu bagaimana kondisi Karhutla di Kabupaten Sarolangun.
Disebutknta, Titik hotspot api di Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2026 sudah 1000 sekian dan ini meningkat terus, dan diprediksi BMKG bahwa kemarau lebih panjang dan panas, puncaknya agustus-september bahkan sampai di bulan Oktober.
” Kabupaten Sarolangun urutan ketiga jullmlah titik api, paling tinggi Muaro Jambi kemudian Tanjab barat. Untuk luasan yang terbakar, di Kabupaten Sarolangun yakni 144,61 Hektar menjadi nomor dua setelah Muaro Jambi dengan angka 254,78 hektar,” katanya.
Danrem juga meminta secara khusus agar lahan gambut yang ada di wilayah Kabupaten Sarolangun untuk di jaga bersama agar jangan sampai terbakar. Kuncinya ada pada pencegahan. Sebab, meski lahan gambut di Kabupaten Sarolangun lebih sedikit dibandingkan luas lahan mineral, akan tetapi lahan gambut yang terbakar akan sulit untuk dipadamkan.
” Apabila terjadi kebakaran, peralatan yang ada harus dapat digunakan secara maksimal. Pencegahan tidak hanya dilakukan oleh satgas Karhutla sendiri, tetapi juga bisa diteruskan ke Pemerintah Kecamatan hingga Pemerintah Desa/Kelurahan untuk mensosiasikan kepada masyarakat agar jangan membakar lahan,” katanya
Danrem juga menyoroti partisipasi perusahaan perkebunan, karena perusahaan tentu punya kewajiban untuk ikut berpartisipasi menyiapkan regu pemadam termasuk perlengkapannya, apabila tidak menyiapkan itu merupakan pelanggaran dan bisa dikenakan sanksi.
” Kalau perlu, pihak perusahaan dipanggil biar ikut bertanggung jawab, ini bukan kepentingan perusahaan saja tetapi ini kepentingan Kabupaten Sarolangun secara utuh. Kemudian, Posko yang ada agar diaktifkan lagi termasuk perlu satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun. Dan Penegakan hukum juga perlu, agar memberikan efek jera bagi para pelaku pembakaran lahan dan hutan apabila ada kesengajaan,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap


