Senin, April 15, 2024
BerandaSOSIAL BUDAYASejak Kecil Ditinggal Sang Ayah, Irwan Saputra Kini Sukses Sebagai Pemilik EO...

Sejak Kecil Ditinggal Sang Ayah, Irwan Saputra Kini Sukses Sebagai Pemilik EO Adam Hawa Organizer dan Selebgram Sarolangun

Irwan Saputra, Pemuda Sukses Di Sarolangun

KABAR SAROLANGUN – Irwan Saputra namanya, Pria Kelahiran 25 Oktober 1995, Desa Rantau Gedang, Kecamatan Bathin VIII, sudah tak asing lagi namanya di tengah masyarakat Sarolangun.

Selain aktif di dunia media sosial dan Selebgram, Irwan Saputra juga aktif dalam menjalankan usahanya sebagai pemilik Even Organizer (EO) Adam Hawa Organizer, dalam menyiapkan, menata rapi dan mensukseskan kegiatan pernikahan atau the wedding dengan kesan yang memukau.

Pundi-pundi rezki pun berhasil ia dapatkan dari usaha EO yang nge-tren saat sekarang ini, sambil menjadi seorang Selebgram di Instagram, dan sebagai Pembaca Acara atau master of Ceremony (MC) yang penuh bakat luar biasa.

Namun dibalik kesuksesan yang diraih dan yang dirasakan Irwan Saputra sekarang ini, ternyata ada kisah yang sangat menyentuh hati yang bisa meneteskan air mata. Sebab, sebelum mencapai itu semua dirinya banyak mengalami tantangan dan rintangan, khususnya semasa kecil beliau yang nyaris tidak sekolah.

Irwan Saputra mengatakan bahwa dirinya sejak usia lima tahun, ayahnya sudah mendahului menghadap yang maha Esa, sehingga ia tinggal bersama ibunya seorang dengan keadaan yang diterpa kesulitan ekonomi.

Diceritakannya, meskipun dengan keadaan yang sudah, ia bertekad kuat untuk bisa sekolah. Saat masuk sekolah SD, ia sudah berpikir bagaimana mencari uang untuk membiayai sekolah, sebab dengan keadaan ibu seorang yang hanya seorang petani untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja sudah sangat bersyukur.

” Kalau dari SD itu, memang mikir keadaan orang tua susah, umur lima tahun ayah sudah meninggal. Jadi berpikir bagaimana untuk membiayai sekolah, siapa yang akan membiayai, dan saya tetap bertekad untuk menjemput pendidikan,” katanya, Jumat (17/06/2023) saat dibincangi media ini.

Dengan kegigihan yang dilakoninya, Irwan Saputra ingat betul bagaimana dirinya berjuang saat masih duduk di bangku SD Negeri 36 Desa Rantau Gedang. Ia bahkan rela menjadi pesuruh orang untuk bagaimana mendapatkan uang dan bisa membantu biaya sekolah.

Meski begitu, ia juga tidak lupa akan kewajibannya untuk belajar yang baik, sehingga saat SD itu, ia selalu mendapatkan rangking kelas, bahkan bangku kelas 3 SD pun tidak ia rasakan karena dari Kelas 1, Kelas 2, ia langsung melompat ke kelas 4 SD hingga akhirnya tamat SD dengan baik.

” Saat SD saya juga diamanahkan untuk ikut lomba cerdas cermat, lomba pidato hingga ke tingkat Kabupaten, dan Alhamdulillah saya dapat juara. Dan Sambil itu ikut orang itu, istilahnya jadi babu kata kasarnya, apapun disuruh orang kita ngikut untuk dapat uang tambahan, demi untuk sekolah karena mikir keadaan orang tua, sebagai petani,” katanya.

Setelah Tamat SD, Irwan Saputra lalu kemudian melanjutkan pendidikannya ke sekolah Lanjutan tingkat pertama, yakni ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tanjung. Meskipun keadaan serba apa adanya, iapun terus berjuang keras untuk dapat menyelesaikan sekolahnya dengan prestasi peringkat kelas dan sekolah MTs inipun dapat ia selesaikan dengan sempurna.

” Saya berpikir untuk terus sekolah, setelah tamat SD saya masuk MTs Tanjung. Dan Alhamdulillah juga kita dapat peringkat kelas, dan kemudian kita lanjutkan sekolah ke tingkat SMA,” katanya.

Irwan Saputra yang bercita-cita untuk menjadi dokter pun harus ia kubur dalam-dalam karena kondisi ekonomi yang dialami oleh keluarga. Sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMK Negeri 4 Sarolangun.

Di sekolah kejuruan itu, iapun menanamkan komitmen untuk motivasi diri bagaimanapun nantinya dirinya harus bisa sukses sehingga bisa membahagiakan orang tua.

” Dari SMK kejuruan itu saya melihat kenapa orang bisa sukses, dan saya motivasi diri kenapa saya tidak bisa sukses dan tentu kita juga bisa sukses. Dimana skill dan kemampuan saya,” katanya.

Saat di SMKN 4 Sarolangun inilah, bakat alaminya mulai terlihat. Irwan Saputra kerap ditunjuk pihak sekolah untuk membawa acara atau menjadi MC dalam istilahnya, dalam setiap acara yang dilakukan oleh sekolah.

Dengan pengalaman itu, publik speaking pun terus terasah dalam dirinya dan terus ia lakoni sebagai MC sampai selesai sekolah SMKN 4 Sarolangun pada tahun 2014 yang lalu.

” Saat sekolah SMK ini prestasi tetap saya kejar dan Alhamdulillah kita dapat peringkat dan juga dapat bantuan beasiswa sehingga memang saya sangat terbantu dengan beasiswa hingga selesai sekolah,” katanya

” Waktu itu mengambil jurusan dan setiap acara itu selalu menjadi MC, disitulah belajar publik speaking dan sampai tamat SMK 4, dan saya sering disuruh bawa acara, dan saya gali terus skill untuk pembawa acara dan potensi diri saya sendiri,” katanya.

Setelah tamat SMKN 4 Sarpalngun, Irwan Saputra memilih tidak melanjutkan kuliah karena memang terkendala biaya kuliah. Namun ia tak putus asa, sambil ngikut dengan orang yang berpengalaman pada dunia potografer, dan aktif dalam sanggar seni Kabupaten Sarolangun.

Irwan juga belajar MC dari para senior yang sudah lama berkecimpung di Sarolangun, hingga akhirnya iapun berpikir kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

” Semenjak ikut sanggar kabupaten melihat MC, belajar dari senior dan 2016 terbuka pikiran untuk kuliah sambil kerja dan 2016 mulai kuliah sambil nyari relasi kerja, dan 2017 masuk honor sekolah digaji 300 ribu sampai 600 ribu sebulan, dan job MC kita juga ikut,” katanya.

Selain kuliah di STAI Tanjung itu yang sebentar lagi akan wisuda, Irwan Saputra juga bekerja sebagai honor sekolah dan tahun 2018 karir Irwan Saputra sebagai Master Of Ceremony pun merangkak naik bahkan melejit untuk mengundang Irwan Saputra sebagai MC dalam sebuah acara.

Hingga pada suatu waktu, Irwan Saputra memilik sahabat di Jambi, dan memperkenalkan sebuah Even Organizer yang peluang usahanya cukup baik untuk dikembangkan di Sarolangun.

” Dari kawan yang di jambi, saya belajar even organizer, disitu belajar dengan Dio bagaimana mengemas acara wedding orang punya hajatan itu lebih berkesan,” katanya.

Setelah memahami Even Organizer tersebut, Irwan Saputra pun membuka EO Adam Hawa Organizer untuk konsep pernikahan atau wedding yang memiliki konsep dan ide kreatif, mulai dari prosesi lamaran hingga resepsi pernikahan tertata dengan baik dan rapi serta memiliki kesan yang istimewa.

” Alhamdulillah sejak itu sampai sekarang, banyak orang yang merasa senang hasilnya atas jasa EO dan banyak puas, dan EO itu lancar dan juga mc,” katanya.

Tak hanya sebatas itu, Irwan Saputra juga saat ini menambah pundi-pundi penghasilannya dari seorang Selebgram yang ada pada aplikasi Instagram.

Diketahui, seorang Selebgram itu merupakan orang yang memiliki banyak pengikut pada akun Instagram-nya, yang dapat digunakan untuk mempromosikan suatu produk atau merek (brand), sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang cukup menjanjikan.

” Dan satu lagi, Kami biasa juga disebut, Selebgram, kalau di instagram dan selebgram itu dapat juga penghasilan, kayak megang kontrak brand ambassador toko dan ada beberapa toko yang kami pegang, dan Alhamdulillah kami dapat penghasilan jiga dari sana,” katanya.

Atas capaian yang dilakukannya saat ini, kata Pemuda berusia 27 tahun ini sudah bisa menjalankan EO di Sarolangun yang begitu populer, tentu dirinya tidak pernah membayangkan atas capaian tersebut, yang pada intinya merupakan berkah dari doa seorang ibu kepada anaknya.

Iapun merasakan kebahagiaan tak lepas dari peran seorang ibunya yang saat ini sudah menginjak usia 70-an, sehingga ia bercita-cita untuk membahagiakan orang tuanya tersebut.

” Saya termotivasi memang kita berpikir bahwa surga dibawah telapak kaki ibu, dan saya punya cita-cita bersama ibu. Sebab, saya sudah merasakan reski yang ada itu, semuanya berkat doa emak,” katanya.

Iapun saat ini tinggal bersama ibunya, di rumah yang telah disiapkan meskipun masih harus tinggal di perumahan, namun ia bertekad untuk memberangkatkan ibunya naik umroh bersama ke Tanah Suci.

” Pertama kita ingin punya rumah walaupun kecil tapi bisa tempat berteduh dan merawat ibu, dan Alhamdulillah walaupun masih nyicil sudah tercapai dan ibu senang tinggal bersama Irwan, apapun keinginan emak bisa Irwan usahakan. Kedua kalau ada Rezki lebih juga ingin memberangkat ibu untuk umrah bersama Irwan kalau bisa,” katanya.

” Untuk kawan-kawan, sebenarnya kebahagiaan tidak perlu jauh jauh kita cari kalau kita masih memiliki orang tua, bahagiakan Meraka, sayangi mereka seperti mereka merawat kita insa Allah kebahagiaan dan keberkahan rezeki itu selalu mengalir kepada kita,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments