Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
spot_img

148 Lansia Ikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia Tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2026

Bupati Sarolangun H Hurmin menyematkan toga wisuda para lansia dan pemberian piagam oleh Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melaksanakan kegiatan wisuda Akbar Sekolah Lansia Tangguh Standar I dan Standar II tingkat Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 dalam mewujudkan Lansia Smart (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat), Selasa (24/02/2026) di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun H Hurmin, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi Drs Putut Riyatno, M.Kes, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Kakan Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, Ketua PIAD Sarolangun Ny Siti Nur, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, Ketua BAZNAS Sarolangun Drs H Ahmad Zaidan, MM.

Hadir juga Ketua Forum CSR Kabupaten Sarolangun/Pimpinan Bank Jambi Sarolangun M Ridwan, SE, Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE, Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Kabid PPPP Mellisa Pusparani, SE, MM, Kabid KB Umi Nilawati, SE, Kabid KKKK Eki Susanti, S.Pd, Para Camat se-Kabupaten Sarolangun, Jajaran TP PKK Sarolangun, Para Lurah dan Kepala Desa, Para Kader lansia, para wisudawan dan wisudawati Lansia.

Kepala DPPKB Sarolangun Jupri
Para tamu undangan

Dalam laporannya, Kepala DPPKB Sarolangun Jupri mengatakan bahwa kegiatan sekolah lansia merupakan program pembelajaran sepanjang hayat yang berhubungan untuk meningkatkan kualitas hidup. Program ini memberikan kepada lansia untuk tetap aktif, produktif dan berdaya di usia lanjut.

” Keberhasilan lansia dalam mengikuti proses pendidikan maka dijadikan wisuda Akbar sekolah lansia. BKKBN mempunyai program Sidaya, untuk membuat para lansia merasakan bahagia,” katanya.

Di Kabupaten Sarolangun, kata Jupri bahwa sekolah lansia ini dilakukan 14 kali pertemuan dari bulan Oktober sampai Desember 2025 kemarin, dan pada bulan februari 2026 dilakukan wisuda Akbar dengan jumlah sebanyak 148 orang yang berasal dari lima kecamatan.

Kelima kecamatan tersebut yakni Sekolah Lansia Desa Bernai Kecamatan Sarolangun sebanyak 28 orang, Sekolah Lansia Desa perdamaian kecamatan Singkut sebanyak 33 orang, sekolah lansia Desa batu putih Kecamatan Pelawan sebanyak 27 orang, sekolah lansia kelurahan Pauh kecamatan Pauh sebanyak 35 orang, dan sekolah lansia desa Pemusiran Kecamatan Mandiangin sebanyak 25 orang.

” Kami memberikan penghargaan kepada peserta sekolah lansia, yang mana ini dalam rangka meningkatkan motivasi bagi lansia untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menumbuhkan rasa percaya diri, mensosialisasikan pentingnya pendidikan sepanjang hayat,” katanya.

Kepala DPPKB Sarolangun Jupri menyerahkan paket sembako bagi para lansia

Selain wisuda akbar, para lansia juga mendapatkan bingkisan dan paket sembako dari bapak bupati Sarolangun yang berasal 98 paket dari BAZNAS Sarolangun dan 50 paket dari CSR bank Jambi.

” Kami ucapkan terima kasih kepada para camat, bapak kepala desa, Ketua TP PKK desa, para kader sekolah lansia yang telah melaksanakan program sekolah lansia ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Putut Riyatno mengatakan bahwa Sekolah lansia ini tujuannya untuk mewujudkan Lansia yang smart, dan tentunya sekolah ini diberikan materi yang menyenangkan dan tidak diberikan pekerjaan rumah, program Tamasya untuk merefresh pikiran para lansia untuk berbahagia bersama-sama.

” Kegiatan sekolah lansia, baru sekitar dua tahun dari akhir 2023 sampai 2025 kemarin, sudah 1.500 wisudawan sekolah lansia di seluruh wilayah dalam Provinsi Jambi. Setiap kecamatan minimal ada satu sekolah lansia ini. Mekanisme belajar minimal enam bulan, dan ada pertemuan 13 kali pertemuan, dan kemudian langsung wisuda,” katanya.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi Putut Riyatno
Poto bersama

Kata Putut Riyatno bahwa ada sebanyak 7 Dimensi dari sekolah lansia, yakni Dimensi Spiritual, Dimensi Fisik tentang hidup sehat dan senam lansia, Dimensi Emosional, Dimensi Intelektual, Dimensi sosial kemasyarakatan, Dimensi Vokasional dan Dimensi Lingkungan.

” Melalui 7 Dimensi ini sekolah lansia bertujuan agar peserta tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga bermakna bagi keluarga dan masyarakat serta lansia Smart,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU