
KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka memperingati Hari lahir Pancasila yang jatuh pada 01 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Forkopimda melaksanakan kegiatan upacara sebagai bentuk kesetiaan terhadap nilai-nilai Pancasila dalam mempersatukan bangsa, fondasi utama bagi kehidupan seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kabupaten Sarolangun.
Bupati Sarolangun H Hurmin memimpin jalannya upacara tersebut yang bertindak sebagai Inspektur upacara, Senin (01/06/2026) di Lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun dengan mengangkat tema Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Sarolangun tahun 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Kasi BB Kejari Sarolangun Vendy Trilaksino, SH, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Danyon TF 896/SP Letkol INF Mansyur Her Alam, M.Tr, Mil, Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, S.Ag dan Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati, S.Sos.
Sekian itu, hadir juga Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Dansub Denpom Lettu Cpm Dany Arianto, jajaran organisasi wanita se-kabupaten Sarolangun, para Asisten, Staf Ahli Bupati dan Para Kabag Setda Sarolangun, Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Kabid Wasbang Bakesbangpol Sarolangun Muhammad Adhim, S.IP, ME, Kasubbag Umum dan Pegawai Lidya Yuliana, SE, Para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Peserta upacara terdiri dari kepala sekolah, Paskibraka, guru, siswa dan drumband.

Dalam amanatnya, Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan pesan-pesan nilai-nilai Pancasila sebagaimana pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof. Drs KH Yudian Wahyudi, MA. Ph.D.
Kata Hurmin bahwa 01 Juni 2026 ini tentunya seluruh lapisan masyarakat untuk mengingat bahwa peringatan ini momentum kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
” Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” katanya.
Hurmin menambahkan bahwa Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
” Kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” katanya.
” Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata,” kata dia menambahkan.


Selain itu, kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua dalam teks Pancasila : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
” Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology),” katanya.
Hurmin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama meneguhkan kembali komitmen kebangsaan Indonesia. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.
” Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” katanya.
” Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” kata dia menambahkan.

Dalam kegiatan tersebut, upacara pengibaran duplikat bendera pusaka merah putih yang dilakukan oleh anggota paskibraka berjalan dengan lancar, serta diakhiri dengan Poto bersama dengan Bupati Sarolangun Hurmin, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika besetta jajaran Forkopimda.
Penulis : A.R Wahid Harahap






