
KABAR SAROLANGUN – RSUD Prof dr Khotib Quzwein Kabupaten Sarolangun memberikan klarifikasi atas video yang beredar belakangan ini terkait adanya insiden pihak keluarga pasien yang mendorong sendiri brankar (Ranjang).
Video tersebut mengundang berbagai macam saran dan kritikan kepada pihak RSUD Prof. DR. HM. Chatib Quzwain Sarolangun.
Usai beredarnya video yang diambil pada tanggal 8 Juli 2026 tersebut, pihak RSUD Sarolangun menggelar pertemuan bersama keluarga pasien yang berlangsung secara kekeluargaan, Kamis (09/07/2026) di RSUD Sarolangun.
Dalam pertemuan bersama keluarga pasien itu, Kepala RSUD Sarolangun, Riko Saputra yang di wakilii oleh Kepala Bagian Keperawatan RSUD Chatib Quzwain, H. Jamaludin beserta staf menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
yang terjadi.
” Kami dari pihak RSUD mohon maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi, dimana saat kejadian memang terdapat keterbatasan jumlah petugas yang sedang bertugas,” katanya.
Dalam pertemuan itu H. Jamaludin juga berterima kasih kepada pihak keluarga pasien yang sudah menyambut baik dan mengapresiasi itikad baik RSUD yang mana semua kritikan, masukan dan saran yang akan menjadi bahan evaluasi penting bagi RSUD Sarolangun untuk lebih meningkatkan pelayanan.
” Ini akan menjadi evaluasi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya,” katanya.
Selain itu, Ia juga menyampaikan himbauan penting kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sarolangun, khususnya masyarakat yang kurang mampu yang tidak memiliki BPJS atau KIS dan harus mendapatkan pelayanan dapat langsung datang ke RSUD.
” Jika masyarakat mendadak harus mendapatkan perawatan cukup membawa Surat Keterangan Tidak Mampu, Kartu Keluarga dan KTP. Dimana untuk seluruh proses pengurusan akan dibantu dan difasilitasi sepenuhnya oleh pihak rumah sakit,” katanya.
Lebih lanjut, Jamaludin menegaskan bahwa untuk pasien dalam kondisi emergency atau gawat darurat dan perlu penangan cepat, masyarakat tidak perlu ragu membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat IGD RSUD.
” Bagi pasien yang emergency pelayanan kesehatan akan tetap diberikan terlebih dahulu sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengatakan jika pihak RSUD berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik dan memastikan Standar Operasional Prosedur berjalan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
” Sesuai dengan program Bupati Sarolangun dan komitmen RSUD untuk terus meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap





