
KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin memimpin apel gabungan dan gelar pasukan siaga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sarolangun Tahun 2026, Kamis (09/07/2026) di Lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres Kompol Sumarno Berutu, SH, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz, Kasi Intel Kejari Sarolangun Darma Nata, SH, MH, Ketua PN Sarolangun Novarina Manurung, SH, MH, Mewakili Kepala Kemenag Sarolangun, Wadanyon TF 896/SP Kapten Inf Saipul Bahri, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM.
Hadir juga Para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, Para Kepala OPD, Dansub Denpom Lettu Cpm Dany Arianto, Ketua PMI Sarolangun Aryo L Fajrin, S.IP, Perwakilan Manggala Agni, Para Camat, Para Danramil serta personil gabungan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun Hurmin tampak melakukan pemeriksaan saranan dan prasaranan siaga karhutla dan pemeriksaan personil gabungan dalam kesiapan menghadapi karhutla, serta melakukan pemasangan tanda pasukan yang diikuti dengan seksama.


Bupati Sarolangun Hurmin pada kesempatan itu, mengatakan bahwa pelaksanaan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Sarolangun tahun 2026 bertujuan untuk memastikan sejauh mana kesiapsiagaan semua unsur yang ada di Kabupaten Sarolangun.
Menurutnya, upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga setiap instansi dan stakeholder yang tergabung dalam komando satuan tugas kebakaran hutan dan lahan dapat mempersiapkan segala sesuatu sejak dini baik yang terkait dengan SDM, Personil, sarana dan prasarana serta sumber daya yang ada.
” Untuk data rekapitulasi sebaran titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sarolangun persatu Januari sampai dengan 29 Juni 2026 ini memiliki jumlah titik hotspot sebanyak 156 yang tersebar di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Hurmin juga menjelaskan sebagaimana diketahui bersama bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi bahkan mengganggu stabilitas sosial. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penyelesaian kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara parsial masing-masing pihak namun perlu adanya kerjasama stakeholder dan senergi yang baik antara seluruh yang ada.
” Apel ini juga bukan hanya merupakan kegiatan seremonial tetapi bentuk nyata komitmen kita bersama untuk meningkatkan koordinasi, Sinergi dan kesiapsiagaan. Apel ini juga diharapkan sebagai bentuk aksi dini dalam melakukan mitigasi bencana karhutla, Karena pada dasarnya pencegahan adalah upaya yang paling efektif di bidang yang paling efektif dibanding upaya-upaya yang memadamkan api,” katanya.
Bupati Sarolangun itu juga mengingatkan kepada seluruh jajaran personil gabungan, untuk melakukan beberapa hal, diantaranya pertama, kepada seluruh stakeholder baik itu TNI, Polri, petugas Penanggulangan Bencana Daerah, Petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, masyarakat dan tim reaksi cepat.


” Personil juga harus meningkatkan koordinasi dan bersinergi dalam melakukan upaya pencegahan mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan karhutla,” katanya.
Kedua, optimalkan pemantauan dini baik melalui patroli lapangan maupun pemanfaatan teknologi seperti penggunaan aplikasi pemantauan hotspot atau titik panas. Ketiga, kepada semua stakeholder agar segera menyusun rencana kontidensi termasuk penyiapan sarana dan prasarana pastikan kesiapan logistik dan sarana prasarana dalam kondisi prima.
Keempat, lakukan penanganan Karhutla dengan kolaboratif antar unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat serta dukungan media untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada masyarakat.
Kelima, meminta kepada seluruh perangkat daerah terkait termasuk Camat, kepala desa dan Lurah dan juga Babinkamtibmas, Babinsa untuk melakukan langkah-langkah preventif dengan cepat, gencar mensosiasikan larangan membakar hutan dan lahan di wilayahnya masing-masing serta memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait konsekuensi hukum jika terlibat dengan karhutla.
” Keenam, tegakkan hukum Secara tegas terhadap siapapun yang terbukti membakar hutan dan lahan hal ini sangat penting agar ada efek jera dan kesadaran untuk menjaga lingkungan,” katanya.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun Hurmin beserta jajaran forkopimda juga menyaksikan simulasi pemadaman api karhutla dengan diakhiri mengikuti kegiatan karya bakti skala besar TNI berupa kegiatan donor darah yang berjalan dengan lancar.
Penulis : A.R Wahid Harahap





