spot_img

Wujudkan 6 SPM Posyandu, Ketua TP Pembina Posyandu Risha Fitria Buka Rapat Penyusunan Program 

Ketua TP Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati, Kadis PMD Sarolangun Tarmizi, Kadis Sosial Sarolangun Muhammad Idrus

KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka mewujudkan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, Ketua Tim Penggerak (TP) Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin membuka rapat penyusunan program bersama seluruh instansi pemerintah terkait, TP Posyandu Kecamatan, Para kader posyandu, Rabu (02/09/2026) di Ballroom Abadi Hotel Sarolangun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, Kadis PMD Sarolangun Drs Tarmizi, MM, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Para Kepala OPD atau mewakili yang membidangi 6 SPM, Ketua Tim Penggerak Posyandu Kecamatan Se-Kabupaten Sarolangun, Jajaran TP PKK Sarolangun serta para kader posyandu.

Dalam laporannya, Kadis PMD Sarolangun Tarmizi mengatakan bahwa kegiatan penyusunan program bersama ini merupakan rapat koordinasi seluruh yang terlibat dalam penyusunan program bersama tim pembina Posyandu khususnya tentang 6 SPM.

” Dimana selama ini kita cuma hanya rapat koordinasi berkaitan dan persiapan lomba yang dilakukan beberapa desa kemarin dan hasilnya terdapat koordinasi dan keterlibatan dinas instansi yang terkait,” katanya.

Poto bersama

Tarmizi menambahkan dalam komitmen 6 SPM Posyandu ini, Kabupaten Sarolangun mendapatkan peringkat nomor dua se-Provinsi Jambi dan meraih juara 1 pada kader posyandu. Tentu semuanya ini tidak lain adalah berkat dukungan dan berkat kerjasama semua antar dinas instansi yang terkait dengan 6 SPM.

” Atas nama pribadi, kami selaku tim Pembina Posyandu mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga khususnya kepada ibu ketua tim penggerak tim pembina Posyandu, anggota-anggota tim Pembina Posyandu, tim penggerak PKK kami ucapkan banyak terima kasih atas dukungan atas bantuan sehingga kita dapat terlaksana kegiatan hari ini,” katanya.

Ia berharap kedepan semua instansi terkait dan semua pihak untuk menyamakan persepsi antara dinas instansi yang terlibat dari 6 SPM ini, dapat bekerjasama dan memiliki komitmen bersama sehingga pelaksanaan posyandu tingkat di Kabupaten Sarolangun ini dapat berjalan baik.

” Kita menyadari banyak lembaga-lembaga Posyandu yang ada di desa ini banyak yang belum terpenuhi baik itu peralatan maupun tempat pelaksanaan Posyandu, kadang ada juga numpang di rumah-rumah tetangga,” katanya.

” Ke depan yang jelas mungkin ada upaya-upaya dari dinas yang terkait khususnya dari perumahan yang mungkin ada upaya untuk bagaimana program Posyandu ini kita berkaitan dan Perumahan rumah Posyandu atau tempat Posyandu,” kata dia menambahkan.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun Ny Risha Fitria mengatakan bahwa rapat hari ini bukan hanya sebuah kegiatan administrasi tetapi merupakan forum untuk menyatukan atau menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, membangun Sinergi serta menyusun langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan standar kepada masyarakat.

” Kita menyadari bahwa Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat, dari Posyandu kita dapat mengetahui kondisi masyarakat secara dekat, kita dapat melihat tumbuh kembang anak, kondisi keluarga, kebutuhan masyarakat serta berbagi persoalan sosial yang membutuhkan perhatian kita bersama,” katanya.

Kata Ketua TP PKK Sarolangun itu juga bahwa Posyandu harus di kuatkan bukan hanya kelembagaannya tetapi juga kualitas pelayanan dan kapasitas para kadernya. Sejalan dengan kebijakan penguatan Posyandu peran Posyandu semakin luas dalam mendukung dalam mendukung pemenuhan 6 standar pelayanan minimal, mencakup yaitu pendidikan, kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta bidang sosial.

” Pemerintah daerah harus hadir, Kecamatan harus bergerak, desa dan kelurahan harus berperan, OPD harus bersinergi dan para kader harus menjadi penggerak di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak secara bersama memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor dalam pelaksanaan Posyandu anak SPM ini, meningkatkan kapasitas dan kompetensi kader agar mampu memberi pelayanan yang semakin berkualitas, memperkuat pendataan dan pemetaan kebutuhan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran.

Kemudian mendorong inovasi Posyandu sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa dan kelurahan yang kelima memastikan bahwa pelayanan Posyandu benar-benar hadir sampai ke masyarakat yang membutuhkan termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan kelompok masyarakat yang rentan.

” Kita ketahui Posyandu di Kabupaten Sarolangun jumlahnya sebanyak 363, yang sudah terintegrasi sebanyak 9 Posyandu, 280 Posyandu yang belum memiliki gedung Posyandu sendiri, masih menumpang untuk tempatnya. Maka perlu kita pikirkan bersama bagaimana dia punya tempat sendiri dan sebagian besar kader Posyandu mendapatkan batuan insentif melalui dana desa,” katanya.

Peserta kegiatan
Ketua TP Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria menandatangani komitmen bersama wujudkan 6 SPM Posyandu

” Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan penyusunan program bersama tim pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun tahun 2026 saya nyatakan dibuka,” kata dia menambahkan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama tim Pembina Posyandu Kabupaten Sarolangun untuk bertekad mewujudkan posyandu 6 SPM di Kabupaten Sarolangun dan diakhiri dengan Poto bersama.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU